新闻是有分量的

KBRI:Keluarga penumpang MH370 sudah tunjuk pengacara untuk urus kompensasi

2017年1月18日上午8:25发布
2017年1月18日下午7:18更新

MH370。 Sebuah foto yang diambil pada tanggal 6 Maret 2016 menunjukan seorang perempuan tengah menulis bagi penumpang maskapai Malaysia Airlines MH370 yang hilang pada 8 Maret 2014. Foto oleh Fazry Ismail / EPA

MH370。 Sebuah foto yang diambil pada tanggal 6 Maret 2016 menunjukan seorang perempuan tengah menulis bagi penumpang maskapai Malaysia Airlines MH370 yang hilang pada 8 Maret 2014. Foto oleh Fazry Ismail / EPA

雅加达,印度尼西亚 - Pemerintah dari tiga negara secara resmi pada Selasa,17 Januari。 Tim gabungan yang terdiri dari澳大利亚,Tiongkok dan马来西亚telah melakukan pencarian selama tiga tahun di area seluas 120 ribu公里persegi di sebelah selatan Samudera Hindia。 Sayang,hasilnya nihil。

达里239 penumpang dan kru yang berada di dalam pesawat,7 orang di antaranya berasal dari Indonesia。 Mereka adalah Firman Chandra Siregar(25 tahun),Lo Sugianto(47 tahun),Indrasuria Tanurisam(57 tahun),Chynthya Tio Vinny(47 tahun),Willy Surijanto Wang(53 tahun),Ferry Indra Suadaya(42 tahun)dan Herry Indra Suadaya(35 tahun)。

Pemerintah Malaysia pada tanggal 29 Januari 2015 telah menyampaikan bahwa pesawat jatuh dan tidak ada satu pun penumpang atau kru yang selamat。 Informasi itu jelas menjadi pukulan berat bagi keluarga dan kerabat korban。 Sebagian dari mereka bahkan memprotes penyampaian informasi itu karena Pemerintah Malaysia tidak menyertakan bukti keberadaan jatuhnya pesawat。 (BACA: )

Setelah hampir tiga tahun berlalu,keluarga dari penumpang MH370 asal Indonesia dilaporkan telah menunjuk pengacara untuk mengajukan tuntutan hukum。 Pejabat konsuler KBRI吉隆坡,Yudha membenarkan informasi itu。

“Tetapi,tuntutan hukum ini kan macam-macam ya sifatnya yang berujung nantinya untuk pengurusan kompensasi dari pihak maskapai kepada keluarga,”ujar Yudha yang dihubungi Rappler pada Selasa malam,17 Januari。

Namun,dia mengakui dalam proses pengurusan kompensasi keluarga tidak melibatkan KBRI。 散文tersebut diurus oleh pengacara yang langsung menghubungi pihak maskapai。

“Informasi yang disampaikan secara langsung antara lain名义上的pemberian kompensasi。 Besaran kompensasi yang diterima oleh keluarga tentunya akan berbeda dan ada dasar hukum yang mengatur hal tersebut,“kata dia。

Walaupun散布pencarian sudah dihentikan,tetapi Pemerintah Indonesia,Yudha melanjutkan tetap berharap aktivitas itu bisa dilanjutkan jika ditemukan petunjuk baru yang kredibel。 印度尼西亚juga sempat terlibat dalam proses pencarian puing MH370 saat burung besi itu dinyatakan hilang pada tanggal 8 Maret 2014 lalu。

KBRI di Kuala Lumpur,kata Yudha,juga ikut membantu mencari informasi bagi keluarga 7 penumpang Indonesia mulai dari数据显示pesawat,memfasilitasi keluarga datang ke Kuala Lumpur dan memberikan pendampingan selama mereka berada di sana。

“Dan kami akan terus mengawal proses pemberian kompensasi ini jika memang dilibatkan oleh keluarga,”tuturnya。

Pemerintah印度尼西亚juga menghargai upaya dan kerja keras ketiga negara untuk bisa menemukan bangkai pesawat di sebelah selatan Samudera Hindia。 Penghentian pencarian meninggalkan tanda tanya dan misteri yang besar di dunia industri penerbangan。

Akibat peristiwa itu,nama Malaysia Airlines sempat jatuh。 Bahkan,di bulan Juli di tahun yang sama maskapai itu mengalami musibah lainnya di Ukraina。

Pesawat yang berangkat dari阿姆斯特丹menuju吉隆坡itu ditembak dengan menggunakan rudal BUK saat berada di langit Ukraina。 Sebanyak 283 penumpang dan kru,termasuk 12 WNI ikut tewas dalam tragedi tersebut。 - Rappler.com