新闻是有分量的

Heboh beruang terlantar di Kebun Binatang Bandung,初步响应Ridwan Kamil

2017年1月19日下午12:01发布
更新时间:2017年1月23日上午8:37

Seekor beruang madu di Kebun Binatang Bandung,Rabu(18/1)。 Foto oleh Yuli Saputra / Rappler

Seekor beruang madu di Kebun Binatang Bandung,Rabu(18/1)。 Foto oleh Yuli Saputra / Rappler

雅加达,印度尼西亚 - Walikota Bandung Ridwan Kamil meminta masyarakat tak menyalahkan Pemerintah Kota Bandung atas isu beruang madu yang tak terurus di Kebun Binatang Bandung。

Sebab Kebun Binatang Bandung bukan milik Pemerintah Kota Bandung,melainkan milik pribadi atau swasta。 “Kebun Binatang Bandung itu milik pribadi / yayasan,”demikian tulis Ridwan Kamil dalam laman Facebooknya,Kamis 19 Januari 2017。

Seperti diberitakan sebelumnya,beruang madu yang berada di Kebun Bintang Bandung dilaporkan dalam kondisi yang sangat memprihatinkan。 Mereka kurus-kurus dan terkesan tak diraw​​at。

Kondisi beruang-beruang madu tersebut menarik perhatian internasional setelah harian Daily Mail memberitakannya。 每日邮报 mengunggah视频rekaman beruang-beruang madu tersebut。

Ridwan Kamil mengatakan pihaknya telah menempuh berbagai cara untuk mengatasi persoalan satwa di Kebun Binatang Bandung,mulai dari mengirimkan surat teguran hingga menawarkan mencari投资者baru。

Baca:

Mereka juga telah mengirimkan surat komplain kepada Kementerian Lingkungan Hidup sekaligus meminta kementerian tersebut bertindak tegas。 “Karena tahun lalu ada gajah mati tidak terurus,”tulis Ridwan Kamil。

Selain itu,Ridwan Kamil melanjutkan,surat teguran juga sudah dilayangkan ke yayasan pengelola kebun binatang。 Karena isu tak sedap akan adanya pembiaran terhadap satwa mempermalukan nama baik Kota Bandung。

Ridwan Kamil menilai apa yang telah dilakukan Pemerintah Kota Bandung sudah cukup maksimal。 Ia tidak bisa menutup atau mencabut izin operasional kebun binatang karena itu bukan domain pemerintah kota。

“Pemberian Izin,teguran hukum atau pencabutan izin operasional semua kebun binatang se-Indonesia itu secara hukum itu kewenangan Kementerian Lingkungan Hidup melalu BKSDA(Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam),”tulis Ridwan。 -Rappler.com