新闻是有分量的

Berapa gaji yang diterima Emirsyah Satar saat menjabat Dirut Garuda?

2017年1月20日上午11:16发布
2017年1月20日上午11:16更新

Mantan Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar(ketiga kiri)saat mendampingi mantan Perdana Menteri Inggris David Cameron usai melihat pesawat Airbus A330-200 di bandara Halim Perdanakusuma,Jakarta,pada 2012年4月11日。摄影oleh Rosa Panggabean / Antara

Mantan Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar(ketiga kiri)saat mendampingi mantan Perdana Menteri Inggris David Cameron usai melihat pesawat Airbus A330-200 di bandara Halim Perdanakusuma,Jakarta,pada 2012年4月11日。摄影oleh Rosa Panggabean / Antara

雅加达,印度尼西亚 - Korupsi sering kali diklaim sudah membudaya di Indonesia,terutama karena sulit diberantas。 Apalagi godaannya yang bisa muncul di benak individu dari berbagai latar belakang sosial dan ekonomi。

Sempat ada usaha pemerintah untuk menggaji pegawainya lebih tinggi agar tidak tergoda korupsi,namun salah satu contoh kasus yang menjerat mantan Direktur Utama Garuda Indonesia baru-baru ini sepertinya menantang persepsi tersebut。

Mantan首席执行官berprestasi tersandung skandal

Emirsyah Satar,mantan Dirut Garuda Indonesia,resmi dijadikan salah satu tersangka,pada Kamis,19 Januari,dalam kasus pengadaan mesin pesawat Rolls-Royce untuk pesawat Airbus Garuda。

Ia diduga menerima总suap sebesar Rp20 miliar sepanjang rentang waktu jabatnya dari 2005 hingga 2014。

Selama periode waktu tersebut,Emirsyah tercatat menjabat sebagai Direktur Utama Garuda,tepatnya sejak 21 Maret 2005 hingga 11 Desember 2014。

Sebelumnya ia berstatus sebagai Wakil Dirut Bank Danamon dan kemudian digaet untuk menakhodai Garuda Indonesia yang saat itu sedang diterpa permasalahan keuangan。

Prestasi Emirsyah memimpin Garuda mendatangkan berbagai penghargaan dari media nasional dan internasional sebagai CEO terbaik,direktur paling inovatif,dan sosok paling dikagumi selama beberapa tahun。 Skandal yang menyandungnya ini pun tak ayal mengagetkan banyak pihak。

Gaji dewan direksi Garuda Indonesia

Di awal era kepemimpinan Emirsyah di Garuda,menurut mantan Menteri BUMN Sugiharto,kepada media,Emirsyah digaji sebesar Rp80 juta per bulan。

Seiring waktu dan membaiknya kondisi keuangan Garuda,kompensasi yang ia terima meningkat menjadi Rp138,5 juta per bulan pada 2013. Nominal ini belum lagi termasuk bonus dan opsi saham yang totalnya mencapai miliaran。

Menurut laporan keuangan Garuda Indonesia periode 31 Desember 2015 hingga 30 Juni 2016,maskapai penerbangan tersebut mengalokasikan dana sebesar AS $ 755,830 atau sekitar Rp10 miliar per 6 bulan untuk membayar gaji direktur。 Artinya,Rp1,7 miliar dikeluarkan per bulan untuk membayar gaji 4 direktur di luar dana pensiun mereka。 -Rappler.com

Tulisan ini sebelumnya diterbitkan di , sebuah komunitas untuk berbagi informasi mengenai tempat kerja dan gaji di Indonesia。