新闻是有分量的

Emirsyah Satar:Saya tak pernah korupsi atau terima gratifikasi

2017年1月20日下午1:23发布
2017年1月20日下午1:48更新

TERSANGKA。 Dirut Garuda Emirsyah Satar menjawab pertanyaan wartawan tentang program“Quantum Leap”garuda pada acara konferensi pers di sela pameran dirgantara Singapura Air Show 2010 di kawasan bandara Changi Singapura,Rabu,3 Februari 2010. Foto oleh Zarqoni Maksum / ANTARA

TERSANGKA。 Dirut Garuda Emirsyah Satar menjawab pertanyaan wartawan tentang program“Quantum Leap”garuda pada acara konferensi pers di sela pameran dirgantara Singapura Air Show 2010 di kawasan bandara Changi Singapura,Rabu,3 Februari 2010. Foto oleh Zarqoni Maksum / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Mantan Direktur Utama Garuda印度尼西亚,Emirsyah Satar membantah pernah melakukan korupsi atau menerima gratifikasi saat masih bekerja di perusahaan pelat merah itu。 Pernyataan itu disampaikan Emirsyah melalui pengacara yang telah ditunjuknya,Luhut Pangaribuan。

“Sepengetahuan saya,selama saya menjadi Direktur Utama PT Garuda Indonesia,saya tidak pernah melakukan perbuatan yang koruptif atau pun menerima sesuatu yang berkaitan dengan jabatan saya,”ujar Emirsyah melalui keterangan tertulis yang dikirimkan oleh Luhut kepada Rappler pada Jumat,20 Januari。

首席执行官MatahariMall.com itu juga menghormati kewenangan dan keputusan Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK)yang telah menetapkannya sebagai tersangka pada Kamis siang,19 Januari。

“Saya akan menghormati proses hukum dan bekerja sama sebaik-baiknya dengan penyidik untuk menegakan kebenaran atas hal ini,”kata dia lagi。

Berdasarkan penyelidikan KPK,Emirsyah Satar diduga menerima uang suap dari perusahaan Rolls Royce sebesar 1,2 juta Euro(Rp 17 miliar)dan US $ 180 ribu(Rp 24 miliar)dalam bentuk uang。 Selain itu,mantan bankir di Bank Danamon itu juga menerima gratifikasi berupa barang senilai US $ 2 juta yang tersebar di Singapura dan Indonesia。

Gratifikasi diserahkan kepada Rolls Royce melalui perantara yakni Soetikno Soedardjo,bos PT MRA。 Oleh sebab itu,KPK juga menetapkan status tersangka kepada Soetikno sebagai perantara suap。

Gratifikasi diberikan sebagai imbal balik jasa Emirsyah menggunakan mesin jenis trent 700 untuk pesawat Airbus A330 milik Garuda。

KPK mengaku telah mencari informasi terkait kasus ini selama 6 bulan terakhir。 Untuk mempermudah penyidikan,KPK juga mengajak lembaga anti korupsi Inggris(Serious Fraud Office)dan Singapura(Corrupt Practices Investigation Bureau)。

Kasus ini mulai menemukan titik terang,ketika pengadilan di Inggris menjatuhkan denda sebesar 671 juta Poundsterling atau setara Rp 11 triliun kepada Rolls Royce。 Uang suap dari劳斯莱斯juga dinikmati oleh maskapai dari beberapa negara antara lain Tiongkok,泰国,马来西亚dan Rusia。

Tetapi,Wakil Ketua KPK,Laode Syarif memastikan uang suap ke印度尼西亚hanya dinikmati oleh Emirsyah dan tidak masuk ke keuangan Garuda Indonesia。 (BACA: )

“Kita tidak bisa mengimplementasikan tanggung jawab pidana korupsi pribadi ke Garuda,karena yang memperoleh keuntungan itu bukan Garuda。 Keuntungan pribadi justru dirasakan oleh Emirsyah,“ujar Laode ketika memberikan keterangan pers di kantor KPK pada Kamis,19 Januari。

Laode mengatakan gratifikasi diberikan ketika Emirsyah masih menjabat sebagai Direktur Utama pada tahun 2005-2014。 达里数据杨dimiliki KPK,pada periode itu,Garuda Indonesia membeli 50 pesawat空客。

Kendati sudah menyandang status sebagai tersangka,baik Emirsyah dan Soetikno hingga saat ini belum ditahan oleh KPK。 - Rappler.com