新闻是有分量的

Diduga dianiaya高级,tiga mahasiswa Mapala UII tewas

2017年1月24日下午1:56发布
2017年1月24日下午2:40更新

Penampakan Gunung Lawu di Karanganyar,Jawa Tengah,Selasa(24/1)。 Foto oleh Ari Susanto / Rappler

Penampakan Gunung Lawu di Karanganyar,Jawa Tengah,Selasa(24/1)。 Foto oleh Ari Susanto / Rappler

KARANGANYAR,印度尼西亚 -Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak mengatakan pihaknya telah membentuk tim khusus untuk menyelidiki kasus tewasnya tiga mahasiswa pecinta alam dari Universitas Islam Indonesia(UII)。

Ketiga mahasiswa tersebut tewas setelah mengikuti pendidikan dasar Mahasiswa Pecinta Alam di Kawasan Hutan Tlogodringo,Desa Gondosuli,Tawangmangu,Karanganyar,akhir pekan lalu。

“Kami sudah terjunkan tim,hari ini mereka berangkat ke Yogyakarta untuk memeriksa 11 orang saksi,terutama teman-teman korban,”kata AKBP Ade Safri,Selasa 24 Januari 2017.“Saya harap mereka mau memberikan informasi yang benar。”

Ketiga mahasiswa yang tewas tersebut adalah Syaits Asyam(19),Muhammad Fadli(20),dan Ilham Nurpadmi Listia Adi(20)。 Fadli meninggal pada Jumat 20 Januari di Puskesmas Tawangmangu。 Sehari kemudian Syaits meninggal di RS Bethesda Yogyakarta。 Sementara Ilham meninggal pada hari Senin,23 Januari,di RS Bethesda。

Saat ini polisi telah melayangkan permintaan dokumen visum et repertum(VER)dari dua rumah sakit di Yogyakarta,RS Bethesda dan RS Sardjito,yang menangani korban sejak luka hingga meninggal dunia。 “Kami masih menunggu laporan visum rumah sakit,karena dokumen itu akan sangat membantu mengungkap penyebab kematian korban,”ujar Ade。

Sebelum meninggal,Syaits dan Ilham dikabarkan sempat menceritakan kepada keluarga mereka tentang penganiayaan yang mereka alami saat mengikuti Pendidikan Dasar Mapala The Great Camping yang digelar pada 13-20 Januari 2017。

Pelakunya diduga adalah para senior mereka di Mapala。 Pengakuan ini kemudian menjadi dasar bagi para keluarga korban saat melaporkan kasus ini ke polisi。 Selain itu luka-luka di tubuh korban juga menjadi dasar pengaduan tersebut。

“Laporan dari keluarga korban menyebutkan mereka menemukan luka-luka pada tubuh korban akibat dugaan penganiayan。 Semuanya akan kami dalami,“ujar Ade。 -Rappler.com