新闻是有分量的

Saksi dari Kepulauan Seribu tak permasalahkan pidato Ahok

2017年1月24日下午2:49发布
2017年1月24日下午2:49更新

Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok memasuki ruang sidang untuk menjalani sidang lanjutan kasus dugaan penistaan​​ agama di Auditorium Kementerian Pertanian,Jakarta,Selasa(24/1)。 Foto oleh Muhammad Adimaja / ANTARA

Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok memasuki ruang sidang untuk menjalani sidang lanjutan kasus dugaan penistaan​​ agama di Auditorium Kementerian Pertanian,Jakarta,Selasa(24/1)。 Foto oleh Muhammad Adimaja / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Lurah Pulau Panggang,Yuli Hardi,mengatakan pidato Basuki“Ahok”Tjahaja Purnama tidak menuai protes masyarakat yang tinggal di Kepulauan Seribu。 Bahkan,ada sambutan tepuk tangan setelah ia usai berpidato。

Saat memberikan keterangan di sidang ke-7 dugaan penistaan​​ agama dengan terdakwa Ahok,majelis hakim bertanya kepada Yuli bagaimana tanggapan masyarakat saat peristiwa 2016年9月27日tersebut。

“Apakah masyarakat ada yang protes saat itu?” tanya Hakim Ketua Dwiarso Budi Santiarto pada Selasa,2017年1月24日.Yuli menjawab tidak ada protes atas ucapan Ahok di Pulau Pramuka,Kepulauan Seribu itu。 Bahkan,lanjut dia,tidak ada interupsi ataupun reaksi berlebih dari hadirin yang berjumlah kurang lebih 100 orang itu。

Yuli sendiri turut hadir pada acara itu。 Setelah menghadiri rapat di Kantor Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu,ia didapuk mengawasi keamanan oleh atasannya。 Ia mengaku tidak terlalu fokus dengan isi pidato Ahok saat itu,dan hanya memperhatikan saat ia memaparkan program kerjanya。

Ucapan Ahok soal surah al-Maidah 51 yang menjadi masalah lolos dari perhatiannya。 “Saya tahu dari televisi dan nonton di YouTube,”kata dia。 Ia sendiri tidak mengatakan tindakan Ahok merupakan penodaan terhadap agama,melainkan hanya mendengar dari pemberitaan。

Meski demikian,reaksi atas ucapan Ahok baru muncul setelah kasus dugaan penodaan agama masif dibicarakan。 Menurut dia,warga kelurahan yang dipimpinnya terbelah dalam tiga kelompok,yakni pro,kontra,dan tidak peduli。

Penasehat Hukum Ahok,Sirra Prayuna,mengatakan jawaban Yuli terkesan normatif,namun tidak memberatkan。 “Ia menerangkan situasi di sana bagaimana,saya kira jawabannya normatif saja,”kata dia saat sidang dihentikan sementara。

-Rappler.com