新闻是有分量的

Raja Salman dari Arab Saudi akan berkunjung ke Indonesia pada awal Maret

2017年1月25日上午11:57发布
2017年1月25日上午11:59更新

RAJA SALMAN。 Foto pada tanggal 21 Mei 2014 ketika Pangeran Salman bin Abdulaziz Al-Saud masih menjabat sebagai Gubernur Riyadh,melambaikan tangan ketika tiba di Bandara Barajas,Madrid,Spanyol。 Foto oleh Jose Huesca / EPA

RAJA SALMAN。 Foto pada tanggal 21 Mei 2014 ketika Pangeran Salman bin Abdulaziz Al-Saud masih menjabat sebagai Gubernur Riyadh,melambaikan tangan ketika tiba di Bandara Barajas,Madrid,Spanyol。 Foto oleh Jose Huesca / EPA

雅加达,印度尼西亚 - Raja Arab Saudi,Salman Bin Abdulaziz Al-Saud berencana untuk berkunjung ke Indonesia pada awal bulan Maret。 Kepastian ini disampaikan oleh Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Arab Saudi,Agus Maftuh Abegebriel yang telah menyampaikan surat undangan dari Presiden Joko“Jokowi”Widodo bagi Raja Salman sejak tahun 2016。

Sebelumnya,kedua pihak telah memberikan tiga opsi bagi Raja Salman untuk berkunjung ke印度尼西亚yakni di bulan Juli,Agustus atau 2016年9月.Tetapi,di tiga bulan itu belum bisa terealisasi。

“Dinamika rencana kunjungan Raja Salman ini mulai dirancang sejak 18 Mei 2016,yaitu ketika Dubes bertemu dengan Kepala Royal Protocol,dr。 Khaled Saleh al-Abbad di Istana Raja As-Salam Jeddah。 Setiap musim panas,Raja Salman berkantor di Istana tersebut,“ujar staf KBRI di Riyadh,M。Asyhadi Ahza melalui keterangan tertulis pada Rabu,25 Januari。

Melalui pertemuannya dengan Kepala Protokol Istana Kerajaan Arab Saudi,pemerintah negara petro dollar itu memastikan konfirmasi kunjungan Raja Salman。 Sebuah surat jawaban berkop warna hijau dari Raja Salman kepada Presiden Jokowi diperlihatkan kepada Dubes Agus。 Jawaban Raja Salman diawali dengan tulisan'ila fakhamatil akh al-aziz Joko Widodo' (Kepada Yang Mulia Sahabat Yang Agung Joko Widodo)。

“Kabar itu langsung disampaikan kepada Presiden Jokowi di saat Dubes Agus mendampingi kunjungan bisnis miliarder Arab Saudi,Pangeran Waleed bin Talal pemilik Citibank,Four Season dan Hotel Fairmont di Istana Bogor pada tanggal 22 Mei 2016,”kata Asyhadi。

Ini menjadi kunjungan bersejarah,karena terakhir kali Raja Saudi berkunjung ke Indonesia 47 tahun yang lalu。 Ketika itu pesawat kerajaan yang ditumpangi Raja Faisal bin Abdulaziz mendarat di Bandara Kemayoran。

“Dalam pidato Raja Faisal bin Abdulaziz ketika berkunjung ke Indonesia tahun 1970 menegaskan adanya persahabatan yang tulus antara Saudi dengan Indonesia。 Itu merupakan sebuah kenyataan sejarah yang tidak bisa dipungkiri。 Pengingkaran terhadap kenyataan ini bagaikan mengingkari adanya matahari di siang bolong,“tutur Ra​​ja Faisal ketika itu。

Sebelumnya,konfirmasi dan kesediaan Raja Salman untuk mengunjungi印度尼西亚kembali disampaikan ketika Dubes Agus menyerahkan surat kredensial kepada pimpinan negara阿拉伯沙特itu pada tanggal 22 Juni 2016.Dubes Agus diberikan waktu lima menit untuk menyampaikan beberapa paragraf kepada Raja Salman。

“Saya sampaikan pertama; salam dari Bapak Presiden Joko Widodo dan kedua; bangsa kami印度尼西亚merindukan kunjungan Yang Mulia Khadimul Haramain ke negara kedua paduka,印度尼西亚。 47 tahun,kami menanti kunjungan Yang Mulia。 Belia menjawab: Insya alloh fie al-waqt al-munasib yasurruni zayaroh baladikum al-syaqiq (insya alloh dalam waktu yang tepat saya senang untuk berkunjung ke negaramu yang masih bersaudara),“kata Dubes Agus menirukan jawaban raja Salman。

KBRI di Riyadh juga telah menginformasikan rombongan besar yang akan menyertai kunjungan kenegaraan Raja Salman。 Hal ini tak mengherankan karena ini merupakan kunjungan pertama Raja Salman ke Indonesia。

Kunjungan ini bermakna sangat penting,karena ada banyak kerjasama yang bisa dibahas。

“阿拉伯沙特merupakan negara besar dengan potensi pengembangan dan kerjasama ekonomi yang terbuka luas,khususnya di sektor perminyakan。 Apalagi阿拉伯沙特丹印度尼西亚juga sama-sama menjadi anggota G-20。 Oleh sebab itu,cukup banyak kalangan dunia usaha dan sektor swasta Arab Saudi yang ingin menjadi bagian dari kunjungan Raja ke Indonesia,“kata Dubes Agus。 - Rappler.com