新闻是有分量的

Belasan pekerja China kepergok bekerja di PLTU Bolok NTT

2017年1月27日上午11:51发布
2017年1月27日上午11:52更新

Perempuan Warga Negara Asing(WNA)digiring petugas untuk didata usai konfrensi pers hasil Operasi Pengawasan Orang Asing di Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Barat,Sabtu(7/1)。 Foto oleh Muhammad Adimaja / ANTARA

Perempuan Warga Negara Asing(WNA)digiring petugas untuk didata usai konfrensi pers hasil Operasi Pengawasan Orang Asing di Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Barat,Sabtu(7/1)。 Foto oleh Muhammad Adimaja / ANTARA

KUPANG,印度尼西亚 - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi(Nakertrans)Kupang,Nusa Tenggara Timur(NTT),memergoki belasan pekerja asal China di Pembangkit Listrik Tenaga Uap(PLTU)Bolok。

“Perusahaan tidak bisa menunjukkan dokumen ketenagakerjaan para pekerja asing tersebut,”kata Kepala Dinas Nakertrans Kabupaten Kupang,Kris Koroh,Jumat,2017年1月27日。

Perusahaan yang dimaksud adalah PT Santosa Makmur Sejahtera Energy(SMSE)。 Perusahaan ini diketahui mempekerjakan 12 warga China yang tidak memiliki dokumen legal。

Kris Koroh mengatakan sebelumnya pihaknya mendapatkan informasi ada 34 pekerja asing yang bekerja di PLTU Bolok。 Namun setelah dicek ternyata hanya ada 12 orang。

PT Santosa Makmur Sejahtera Energy tidak bisa menunjukkan dokumen Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing(RPTKA),Ijin Mengguunakan Tenaga Kerja Asing(IMTA),serta dokumen lain seperti perjanjian kerja,serta Kartu Ijin Tinggal Sementara(Kitas)。

Direktur PT Santosa Makmur Sejahtera Energy Sulistiyo mengatakan dokumen-dokumen tersebut berada di kantor pusat mereka di Jakarta。 “Kami akan meminta dokumen-dokumen tersebut,”kata Sulistiyo。

Dinas Tenaga Kerja kemudian memberikan tenggat waktu kepada PT Santosa Makmur Sejahtera Energy untuk menyerahkan dokumen-dokumen tersebut。 “Jika tidak dipenuhi,maka kami akan mengambil sikap tegas dan langkah hukum,”kata Kris.-Rappler.com