新闻是有分量的

Kemenkeu:PNS yang disebut terkait ISIS sudah mundur sejak Agustus 2016

2017年1月27日上午11:51发布
2017年1月27日上午11:52更新

雅加达,印度尼西亚 - Kemenangian Keuangan mengklarifikasi mengenai pemberitaan yang menyebut PNS di institusi mereka telah dideportasi oleh otoritas Turki karena ingin bergabung dengan kelompok militan Negara Irak Islam dan Suriah(ISIS)。 Dalam keterangan tertulis yang disampaikan oleh Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu,Nufransa Wira Sakti,PNS berinisial TUAB yang dipulangkan ke Indonesia pada Rabu,25 Januari sudah mengajukan pengunduran diri sejak Agustus 2016。

“杨bersangkutan mengajukan pengunduran diri sebagai PNS Kemenkeu dengan alasan ingin mengurus pesantren anak yatim di Bogor。 Sejak saat itu yang bersangkutan tidak dapat dihubungi,“ujar Nufransa dalam keterangan tertulis yang dirilis pada Jumat,27 Januari。

Berdasarkan KMK提名者759 / KM.1 / UP.72 / 2016 Agustus 2016 maka TUAB sudah diberhentikan sebagai PNS atas permintaan sendiri。 Saat diberhentikan,pangkat terakhir TUAB adalah IIIC。

“Maka dengan terhitung sejak diberhentikan,segala kegiatan dan aktivitasnya tidak dapat lagi dihubungkan dengan Kemenkeu dan menjadi tanggung jawab pribadi yang bersangkutan,”kata dia。

TUAB dipulangkan ke Indonesia bersama empat WNI lainnya yakni NK(44 tahun),NA(12 tahun),MSU(7 tahun)dan MAU(3 tahun)。 Kelima WNI itu diketahui menjadi penduduk di Cilincing,Jakarta Utara。

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto mengatakan kelima WNI itu sudah berada di Polda Bali dan dalam pengawasan Detasemen Khusus 88 Anti-Teror。

“Mereka tiba pada Rabu malam pukul 22:15 WITA di Bandara Internasional Ngurah Rai,Bali dari Istanbul。 Mereka dideportasi Pemerintah Turki karena diduga akan bergabung dengan ISIS,“ujar Rikwanto ketika memberikan keterangan pada Kamis,26 Januari。

Perjalanan TUAB dan 4 WNI itu dimulai pada 15 Agustus 2016. Mereka berangkat ke Suriah melalui Bandara Soekarno-Hatta,Cengkareng menuju ke泰国。

“Di Thailand,mereka kemudian menghubungi Abu Yazid untuk mengkonfirmasi akan melanjutkan perjalanan ke Turki,”katanya。

Begitu tiba di Turki,kelima WNI sempat menginap di Taksim Square,Istanbul selama satu pekan。 Kemudian,mereka pindah ke Apartemen Asenyut Istanbul selama dua pekan。

“Di sana mereka dijemput oleh seseorang bernama Aji Jihad别名Aji ke sebuah penampungan。 Di sana mereka bertemu dengan sejumlah sosok yang berinisial UU,AM,AL别名Nasir,N serta UA,“kata Rikwanto。

Mereka sempat tinggal di penampungan selama tiga bulan。 Lalu,dari mana mereka memperoleh biaya untuk ke Suriah? Menurut Rikwanto kelimanya mendapat dana untuk hijrah ke Suriah dari hasil jual rumah。

“Akhirnya,mereka ditangkap tentara Turki bersama 20 orang lainnya pada tanggal 16 Januari。 Ke-20 orang itu kemudian dideportasi menurut asalnya masing-masing,“ujar Rikwanto。 - Rappler.com