新闻是有分量的

Ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jabar,Rizieq Shihab belum ditahan

2017年1月30日下午7点09分发布
2017年1月30日下午8:09更新

TERSANGKA。 Polda Jawa Barat menetapkan pimpinan Front Pembela Islam(FPI)Rizieq Shihab sebagai tersangka kasus penistaan​​ lambang negara dan proklamator negara。 Foto oleh Puspa Perwitasari / ANTARA

TERSANGKA。 Polda Jawa Barat menetapkan pimpinan Front Pembela Islam(FPI)Rizieq Shihab sebagai tersangka kasus penistaan​​ lambang negara dan proklamator negara。 Foto oleh Puspa Perwitasari / ANTARA

BANDUNG,印度尼西亚(更新) - Polda Jawa Barat akhirnya menetapkan pimpinan Front Pembela Islam(FPI),Rizieq Shihab sebagai tersangka dalam kasus penistaan​​ terhadap Pancasila dan proklamator negara usai dilakukan gelar perkara selama 7 jam。 Menurut Kabid Humas Polada Jabar,Kombes Pol。 Yusri Yunus menjelaskan penetapan status tersangka dilakukan usai personil kepolisian memeriksa total 18 saksi,dokumen dan bukti lainnya。

Bukti yang dirujuk oleh kepolisian termasuk film yang dilaporkan oleh Sukmawati Soekarnoputri selaku pelapor kasus tersebut。

“Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium forensik,dinyatakan film berisi ceramah Rizieq asli dan bukan editan seperti apa yang disampaikan oleh terperiksa selama ini,bahwa itu bukan Rizieq Shihab,”ujar Yusri ketika memberikan keterangan pers pada Senin,30 Januari。

Maka,hasilnya sudah dianggap bisa memenuhi pasal 154 A di KUHP dan pasal 320 tentang kedua perbuatan itu。

“Unsur sudah terpenuhi di pasal 154 A dan di 320(KUHP)。 Mudah-mudahan secepatnya kami akan mengumpulkan beberapa bukti jika memang dibutuhkan oleh tim penyidik。 Kami juga akan memanggil Rizieq Shihab untuk diperiksa sebagai tersangka,“kata dia。

Beberapa saksi yang diambil keterangannya yaitu saksi ahli bahasa,saksi ahli dari sejarah,saksi ahli dari filsafat dan saksi ahli pidana yang dapat menguatkan unsur-unsur yang masuk dalam tindakan penistaan​​ lambang negara。

“Perkara di sini kan penistaan​​ pada Pancasila yang jadi lambang negara。 Ini sudah masuk seluruh unsurnya,“kata dia。

Lalu,kapan Rizieq Shihab akan dimintai keterangannya sebagai tersangka? Yusri meminta Polda Jabar agar diberi waktu satu minggu。

“Kami akan segera mungkin secepat mungkin untuk dihadirkan dan diperiksa ulang kembali dengan status tersangka,”tutur dia。

Namun,Yusri mengatakan Rizieq belum ditahan oleh pihak kepolisian,karena ancaman hukuman penjara di bawah lima tahun。 Dalam pasal 154 A,ancaman hukumannya di bawah 4 tahun,sedangkan di pasal 320 ancaman hukuman selama 9 bulan。 Sehingga,jika ditotal masih berada di bawah 5 tahun。

Tidak perlu bawa massa

Yusri juga mengimbau kepada Rizieq untuk tidak perlu membawa massa ketika pekan depan diperiksa oleh personil kepolisian。

“Cukup datang saja dengan membawa pengacara。 Tidak usah dengan membawa massa。 Percayakan saja kepada penyidik,kami pasti akan secara profesional memeriksa kasusnya,“tutur dia。

Yusri menjelaskan pemeriksaan terhadap Rizieq dengan menggunakan dua pasal sangkaan itu berjalan bersamaan hingga kasusnya siap dil​​impahkan ke persidangan。 Semua keterangan saksi baik saksi fakta di lapangan,saksi ahli filsafat,dan saksi ahli bahasa akan dimasukan ke dalam berkas。

Polda Jabar juga mempersilakan FPI mengajukan gugatan praperadilan jika keberatan dengan penetapannya sebagai tersangka。

“Silahkan,kami akan terima semuanya dan kami akan siap,”katanya。

Kasus itu bermula dari laporan Sukmawati Soekaroputri ke Mapolda Jawa Barat karena Rizieq telah mencemarkan nama Soekarno dan menista Pancasila。 (BACA: )

Pencemaran dilakukan ketika memberikan ceramah dua tahun lalu。 Dia telah mencemarkan nama baik Soekarno,Presiden Pertama Indonesia sekaligus ayah Sukmawati dan Pancasila。

“Saya merasa sangat sandh dan sakit hati karena kata-kata itu saya nilai bukan kata-kata yang layak bagi seorang ulama karena kata-katanya sangat tidak berakhlak,”ungkap adik Megawati Soekarnoputri itu。

Sebelumnya,Rizieq pernah mengancam akan melaporkan balik Sukmawati jika dirinya tidak mencabut laporan pencemaran nama baik Soekaro dan penistaan​​ Pancasila。 Rizieq juga meminta Sukmawati agar meminta maaf karena telah mencemarkan nama baiknya。 - Rappler.com