新闻是有分量的

Sidang Ahok kembali digelar,Ketua MUI dihadirkan

发布时间:2017年1月31日上午6:44
2017年1月31日下午5:42更新

雅加达,印度尼西亚(更新) - Sidang kasus penodaan agama dengan terdakwa Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki“Ahok”Tjahaja Purnama akan kembali digelar di Gedung Kementerian Pertanian,Jakarta Selatan,Selasa 31 Januari 2017。

议程sidang ke-8 ini adalah mendengarkan keterangan saksi。 Menurut jadwal,ada empat orang saksi yang akan dihadirkan,salah satunya adalah Ketua Majelis Ulama Indonesia Ma'ruf Amin。

Tiga saksi lainnya yaitu Zainuddin,Sahfudin别名Beni,dan Dahlia Umar。 Zainuddin dan Sahfudin adalah nelayan di Pulau Panggang,Kepulauan Seribu。 Sementara Dahlia Umar adalah anggota KPUD DKI雅加达。

Ahok tiba di Gedung Kementerian Pertanian sekitar pukul 08.15 WIB。 Ia datang dengan mengenakan蜡染berwarna cokelat tua。 Saat ini Ketua Umum MUI Ma'ruf Amin juga sudah berada di lokasi。

Ma'ruf Amin menjadi saksi pertama yang diperiksa。 Dalam keterangannya,ia memastikan ucapan Ahok di Pulau Pramuka pada 2016年9月27日adalah penistaan​​ terhadap ayat suci sekaligus penodaan terhadap agama。

“Kami menyimpulkan bahwa ucapannya itu mengandung penghinaan terhadap Alquran dan ulama,”ujar Ma'ruf dalam persidangan。 Ma'ruf mengatakan lembaganya meneliti ucapan Ahok tentang Surat Al Maidah ayat 51 di Pulau Pramuka karena adanya keresahan di masyarakat。

Ma'ruf Amin menilai,sebagai non-muslim,Ahok tidak sepatutnya membahas Surah Al Al Maidah ayat 51.“ Tidak patut membahas Al Maidah karena dia bukan muslim.Tidak proporsional,tidak etis,”kata Ma'ruf。

Dalam keterangannya,Ma'ruf juga mengatakan lembaganya tidak merasa perlu memanggil Ahok untuk mengklarifikasi ucapannya tentang Surah Al Maidah ayat 51.“Kami rasa tidak perlu.Kami berpegang pada prinsip niatnya apa,kami menghukum ucapan,”katanya。

Dalam sidang ini juga terungkap jika Mar'uf Amin ternyata tidak menonton rekaman video Ahok saat berpidato di Kepulauan Seribu secara utuh。 “Saya kira yang mengecek itu tim.Saya lihat tulisannya saja。视频时间,”kata Ma'ruf Amin。

Selain itu Ma'ruf Amin juga mengklaim jika warga Kepulauan Seribu marah terhadap pidato Ahok。 Hanya saja mereka tidak menyampaikan kemarahan tersebut ke publik。 Hasil researchasi tim MUI menunjukkan adanya kemarahan warga Pulau Pramuka,Kepulauan Seribu.Namun kemarahan ini tak disuarakan,”katanya。

Keterangan Ma'ruf Amin ini bertolak belakang dengan kesaksian Lurah Pulau Panggang,Kepulauan Seribu,Yuli Hardi,pada sidang Selasa pekan lalu。 Saat itu Yuli Hardi mengatakan warga Kepulauan Seribu justru baru tahu kasus penodaan agama ini melalui pemberitaan media。

Keterangan janggal MUI

Tim Kuasa Hukum Basuki“Ahok”Tjahaja Purnama menemukan beberapa kejanggalan dalam kesaksian Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia(MUI)Ma'aruf Amin dalam sidang dugaan penodaan agama ke-8。

Mereka,misalnya,mempertanyakan pembahasan terhadap ucapan Ahok tentang Surah Al Maidah ayat 51 yang dilakukan MUI pada 1-11 Oktober 2016.Padahal,视频ucapan Ahok baru病毒di media sosial pada 5 Oktober。

“Video Pak Ahok itu baru jadi病毒性唐吉尔2016年10月6日.Bagaimana MUI bisa melakukan pembahasan dan penelitian dari tanggal 1 Oktober 2016?” tanya Josefina Syukur,salah seorang kuasa hukum Ahok。

Menurut Ma'ruf,lembaganya telah menerima laporan soal ucapan Ahok tentang Surah Al Maidah ayat 51 sebelum 1 Oktober 2016.“Isu telah berkembang di masyarakat,bukan soal videonya tetapi soal ucapannya.Kemudian kami dalami laporan masyarakat tersebut,”kata Ma'ruf。

Kemudian Josefina bertanya lagi,dari mana masyarakat mengetahui telah terjadi penodaan agama yang dilakukan Ahok sebelum 1 Oktober 2016 sementara penduduk Kepulauan Seribu tempat Ahok berpidato sendiri baru tahu kasus ini setelah Bareskrim mengirim penyidik ke sana。

Saat itu,Ma'ruf Amin menjawab,“Dari masyarakat yang melapor。”jawab Maruf.Jawaban dari Maruf tersebut sempat membuat pengunjung sidang tertawa。

Kuasa hukum soroti motif lain MUI

Selain mempertanyakan pembahasan terhadap ucapan Ahok tentang Surah Al Maidah ayat 51 yang dilakukan MUI pada 2016年10月1日至11日,Kuasa Hukum Ahok juga mengorek latar belakang Ma'ruf Amin。

Dalam persidangan,Ma'ruf Amin mengakui jika dirinya pernah menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden(Wantimpres)di era Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono pada 2009-2014。

Ma'ruf Amin juga mengakui jika lembaganya mendapatkan bantuan dana hibah saat ia menjadi anggota Wantimpres。 Ia juga tak membantah ada pihak dari Majelis Dzikir Nurussalam yang hadir saat MUI membacakan sikap keagamaan mereka soal Ahok pada 11 Oktober 2016。

Majelis Dzikir Nurussalam adalah majelis yang antara lain dikelola oleh Susilo Bambang Yudhoyono。 Namun Ma'ruf Amin membantah jika keputusan MUI tentang Ahok dikaitkan dengan pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI雅加达2017。

“Tadi sudah saya katakan bahwa tidak ada sangkut-pautnya dengan semua itu.Dengan politik,dengan pilkada,ini masalah hukum,”kata Ma'ruf。 -Rappler.com